DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN MELAKSANANAKAN KEGIATAN LOMBA MASAK SERBA IKAN TINGKAT PROVINSI KE -1O

Lomba Masak merupakan Even Tahunan Program Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jendral Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan dilaksanakan Provinsi melalui dana APBD Dinas Kelautan dan Perikanan di Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Peserta kegiatan Lomba Masak Tingkat Provinsi merupakan peserta pemenang dari tingkat Kabupaten/Kota 5 (lima) Kabupaten /Kota yakni Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Natuna, yang terdiri dari anggota Tim Penggerak PKK; Tujuan dari kegiatan lomba Masak Serba Ikan adalah untuk memperkenalkan keanekaragaman masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat luas dan untuk menampilkan masakan khas daerah/ tradisional berbahan baku ikan yang disajikan secara beragam sehingga mampu menumbuh kembangkan ekonomi kreatif berbasis kuliner ikan. Menu yang dilombakan adalah:

  • Menu Balita
  • Menu Kudapan
  • Menu Keluarga

Menu Balita dan Menu Kudapan berbahan baku ikan potensi daerah yang disajikan secara display, sementara Menu keluarga berbahan baku ikan Patin dan dilombakan secara Live (langsung masak di Tempat Lomba). Berdasarkan hasil keputusan Tim Juri pada lomba masak serba ikan tingkat Provinsi yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2017 bertempat di Aula Balairung Wan Seri Beni keluar sebagai pemenang adalah sebagai berikut:

  • Menu Keluarga, Juara I Kabupaten Natuna
  • Menu Balita, Juara I Kabupaten Bintan
  • Menu Kudapan/Snack, Juara I Kota Tanjungpinang
  • Juara Umum Lomba Kabupaten Natuna

Pemenang Tingkat Provinsi akan mewakili Provinsi untuk mengikuti Lomba tingkat Nasional yang direncanakan pada bulan November 2017 di Jakarta. Aspek konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan bukti empiris menunjukan bahwa kualitas SDM sangat ditentukan oleh status gizi yang baik dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan gizi pangan yang dikonsumsi. Konsumsi pangan yang berkualitas ditujukan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbanagn gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari yang dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. Salah satu upaya Pemerintah untuk mengatasi permasalahan gizi adalah dengan melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan, untuk mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jeis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi ebih baik.Kualitas konsumsi pangan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau yang ditujukan dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada tahun 2016 sebesar 85.5 walaupun capaian ini sudah mendekati skor PPH ideal yaitu 100, namun pola konsumsi pangan masyarakat masih belum beragam dan seimbang serta masih tingginya ketergantungan terhadap konsumsi beras dan terigu. Selanjutnya dengan potensi Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu Provinsi di Indonesia dengan luas wilayah perairan ± 95,8% menjadikan Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi ekonomi kelautan dan perikanan yang cukup besar dan beragam, sehingga potensi perikanan yang kita miliki ini dapat dijadikan sebagai sumber pangan dan sumber gizi yang murah dan mudah didapat. Tingkat Angka konsumsi ikan secara nasional tahun 2015 rata-rata 41,11 kg/kapita/tahun dan tahun 2016 rata-rata 43,94 kg/kapita/tahun, sementara untuk Tingkat Provinsi tingkat konsumsi ikan tahun 2016 sebesar 54,48 kg/kapita/tahun, meningkat dari tahun tahun 2015 sebesar 52,34 kg/kapita/tahun, Angka Konsumsi Ikan ini telah melebihi dari anjuran Badan Pangan Dunia (FAO-PBB) tiap kapita diharapkan sebesar 42 kg/kapita/tahun. Itu berarti tingkat konsumsi ikan di Provinsi Kepulauan Riau telah melebihi anjuran, dan harus terus dipertahankan. Sementara tingkat konsumsi terhadap pangan pokok lokal masih minim karena masih tingginya ketergantungan terhadap konsumsi beras dan terigu. Selain itu juga karena masih rendahnya kreativitas masyarakat dalam pengembangan produk olahan pangan pokok lokal sesuai potensi daerah.Ikan memiliki keunggulan gizi dan protein. Fakta pada ikan misalnya, kepala ikan mengandung condroitin dapat mencegah osteoporosis, tulang ikan mengandung kalsium, phosphor, vitamin D yang bisa menguatkan tulang, kulit ikan mengandung cilostasol berfungsi sebagai pengencer darah dan anti kanker, daging ikan mengandung protein tinggi (12 asam amino essensial) omega 3,6,9 sebagai sumber acetylcholine otak. Selain itu, mengkonsumsi ikan dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, meningkatkan kecerdasan otak, menurunkan resiko kematian karena penyakit jantung, menurunkan gejala rematik serta menurunkan aktivitas pertumbuhan sel kanker. Kelebihan lain, masak ikan bisa menghemat energi karena dapat masak dalam waktu 7 – 10 menit.